Budi Cilok Bebas Bersyarat Di Pengadilan Musik

3.5/5

Album AKC Budi Cilok lolos uji kelayakan karya.

Minikutumedia.com—Bagi kalian Sahabat Kutu, mungkin ada yang tahu apa itu Pengadilan Musik, ada pula yang tidak. Lantas, apa itu Pengadilan Musik? Pengadilan Musik ialah bentuk dari sidang seperti pengadilan untuk mengadili/mempertanggungjawabkan sebuah karya, khusunya dalam bidang musik. Acara kece ini diselenggarakan oleh DCDC (Djarum Coklat Dot Com).

Pengadilan Musik kini masuk ke edisi sebelas. Kali ini, Budi Cilok ditetapkan sebagai terdakwa atas karya terbarunya, Anak Kali Citarum (AKC), yang berkolaborasi dengan Band Teatrikal. Seperti Pengadilan Musik sebelumnya, seniman dan musisi Bandung berkontribusi dalam  acara Pengadilan. Ada—Ayah—Pidi Baiq dan Budi Dalton sebagai Jaksa Penuntut, Edi Brokoli dan Yoga PHB sebagai Pembela, Ronny sebagai Panitera, dan Man Jasad sebagai Hakim sidang.

Penonton memadati keseruan Pengadilan Musik—koleksi Pribadi

Bertempat di Kantinnasion The Panas Dalam, Jalan Ambon No.8, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, acara molor hingga pukul delapan malam, padahal tertera dengan jelas di pamflet, jadwal acara mulai pukul 19.00 WIB. Meski molor, antusiasme publik akan acara tersebut tetap tinggi. Terlihat dari sebelum pukul 19.00 WIB pun, kursi penonton yang tersedia sudah terduduki oleh para remaja yang mendominasi, tapi ada juga yang sudah berumur ikut meramaikan.

Acara diawali oleh Ronny yang sekaligus menjabat sebagi MC, membacakan silsilah singkat Budi Cilok—dan karya terbarunya—disusul para Jaksa, Pembela, Terdakwa dan Hakim sidang.

suasa panggung Pengadilan Musik—koleksi Pribadi

Keseruan pun dimulai, ketika Ayah (Pidi Baiq) dengan segala ciri khasnya yang berbahasa Sunda, kata-kata kasarnya, dan cerita lucunya memecahkan keheningan penonton. Seru! Lalu ditimpal lagi oleh Kawannya, Budi Dalton, yang tak kalah kasar dan lucunya juga dari Ayah. Penonton bersorak-sorai kegirangan, dan tertawa terbahak-bahak karena mengerti maksud dari kedua Jaksa tersebut. Tapi di sela-sela sidang, Hakim mengingatkan untuk menggunakan Bahasa Indonesia dalam berucap, karena Pengadilan Musik ditayangkan langsung untuk para pejuang streaming.

Akhirnya pertanyaan dilontarkan oleh Budi Dalton. “Di sini, Kamu menggunakan nama Budi Cilok bukan nama asli, yaitu Budi Mulyono. Kenapa sih bisa namanya Budi Cilok? Nggak Budi Cireng, Budi Comro? Dan Apakah nama itu menjual untuk eksistensi kamu di dunia musik?”. Budi Cilok bisa terkenal karena namanya yang unik, yaitu ada kata Cilok. Sebutan Cilok ia dapatkan ketika Budi masih duduk di bangku sekolah dasar dengan kepala botaknya yang plontos. “Kata Cilok itu dia (Budi) dapetin waktu dia SD, karena kepalanya yang botak plontos. Makanya disebut Cilok. Kalau cireng mah kan gak bullet, berigi, comro juga gitu”, ujar Pembela, Edi Brokoli, “dan juga dengan nama Budi Cilok, tentu itu menjadi keunikan tersendiri bagi Budi karena namanya. Buktinya, dia esksis tuh sampai diundang ke acara ini, dan sudah menerbitkan empat album”, tambah Yoga PHB untuk meyakinkan.

Ada tiga sesi dalam acara Pengadilan Musik. Sesi pertama pertanyaan-pertanyaan mengenai sejarah Budi Cilok. Diiringi bagian kedua pertanyaan seputar tema yang Budi Cilok angkat di album AKC. Dan sesi terakhir tentang ilustrasi cover dari album AKC.

Sesi kedua mulai saat Jaksa menanyakan, “Mengapa harus tema alam dan lingkungan yang menjadi topik utama album ini?”. Dengan segala lika-liku kehidupan Budi, ia mengutarakan perasaannya terhadap kali Citarum yang selama ini memberikan dia kehidupan. “Ini (AKC) adalah bentuk terima kasih saya kepada Citarum. Dari saya kecil hingga sekarang, Citarum setia memberikan saya kehidupan. Di saat saya lagi merasa gundah, saya ke Citarum dan sesaat kemudian menjadi tenang. Dulu juga, Kakek saya bercocok tanam di samping sungai Citarum, tanamannya pada tumbuh subur, seger dan hasilnya pun terasa ke saya”, kata Budi dengan semangat.

Badai pertanyaan dari para Jaksa sampai di telinga Budi, dan ia sigap serta tenang menjawab dengan jawaban realistis dan penuh harapan. Budi—yang sering dijuluki sebagai penerus Iwan Fals karena suaranya yang mirip Iwan Fals—pun menghibur para hadirin yang menonton dengan lagu-lagu jagoannya, seperti Petani Kopi, Beto (Iwan Fals). Ketika membawakan lagu tersebut, para penonton ternyata ikut sing along di area Kantinnasion yang cukup diingat dalam benak mereka.

Sampailah di puncak acara. Hakim Man Jasad mengumumkan perihal karya musik yang telah dibuat oleh Budi Cilok. Secara resmi, ia menyatakan karya terbaru Budi Cilok, yaitu album Anak Kali Citarum layak untuk dinikmati. Karyanya lulus dari uji kelayakan, dan bebas bersyarat dengan syarat harus sesegera mungkin menggelar konser untuk para penggemarnya.

Nomor perkara 1.9/DCDC/2017, Pengadilan Musik Edisi ke-11 Budi Cilok, disimboli dengan ketukan palu dari Hakim, yang menandakan selesainya acara sidang. Sebagai bentuk kenang-kenangan, secara resmi Budi Cilok menerima plakat dari para Jaksa dan Hakim di tengah-tengah panggung, yang langsung mengarah ke penonton untuk didokumentasikan.

Pokoknya, nggak akan nyesel deh datang ke acara Pengadilan Musik ini. Ilmunya dapat, keseruannya dapat, dan tertawanya pun lepas! Sampai jumpa di edisi berikutnya, Sahabat Kutu 😀

MINIKUTU REVIEW

0
3.5/5

Overall

Kalian, Sahabat Kutu, nggak akan nyesel deh ke acara kece ini! Yakin nggak akan sia-sia duduk manis di kursi penonton. Untungnya masih ada edisi selanjutnya. Jangan sampai kelewat!

Event Gallery

Written by

Best Event

Rossa Another Journey: The Beginning di Bandung Gandeng Ryeowook jadi Bintang tamu
0%

4.5

Fur Farewell Tour Sukses Bikin Para Fans Seneng Sekaligus Sedih
0%

4

Nonton konser ditemenin “makhluk halus”? cuma ada di Semesta Menari
0%

4

Konser The Script Greatest Hits Tour 2022 Penuh dengan Kejutan
0%

4

Tradisional X Modern di Sound of Game‘Land
0%

3.7

Next Event

00
Days
:
00
Hours
:
00
Minutes
:
00
Seconds

Got a Questions?

Find me on Social Media or Contact me and I will get back to you as soon as possible.

Related Post

Nonton konser ditemenin “makhluk halus”? cuma ada di Semesta Menari

“Agak laen Kelen Terlalu Lama Sendiri” begitulah slogan event yang Kutu sambangi kali ini. 30 April kemarin, Kutu mampir ke event Semesta Menari di Bengkel Space, SCBD, jakarta. mau tau keseruannya? Let Kutu tell the story! Oke, jadi di Semesta Menari ini ada 2 guest star yaitu Kunto Aji dan member podcast Agak Laen.  Diawal...

Rossa Another Journey: The Beginning di Bandung Gandeng Ryeowook jadi Bintang tamu

1 Desember 2023 jadi hari yang menyenangkan karena Kutu dapet kesempatan buat ngeliput Album Tour Concert Rossa di Bandung sekaligus jadi konser penutup untuk di Indonesia. Konser yang bertajuk Another Journey: The Beginning ini digelar dalam rangka mengenalkan album baru dari Rossa setelah lama nggak ngeluarin album baru. Berawal dari Kota Samarinda, kota pertama sekaligus...

Fur Farewell Tour Sukses Bikin Para Fans Seneng Sekaligus Sedih

Jujur Kutu baru pertama kali nonton FUR secara langsung, padahal mereka manggung di Indonesia tuh udah beberapa kali. Pas banget Kutu dikasih kesempatan buat ngeliput konsernya di Jakarta dan di Bandung.  Tapi gapapa meski diselimuti kesedihan, Kutu coba nikmatin performancenya dengan riang gembira. Ceilahhh… Sesampenya Kutu di Bengkel Space, Jakarta. Pas banget FUR lagi soundcheck...

Nonton Konser Sambil Main Wahana di Dream Festival Carnival 2023 

Tahun 2023 ini Kutu buka dengan dateng ke salah satu event yang diadakan di tempat yang cukup “enggak biasa” yaitu wahana bermain Trans Studio Bandung. Dream Festival sebelumnya udah berlangsung di Jakarta 6 kali berturut-turut loh sahabat kutu. Jujur dateng ke event ini, Kutu dimanjain dari segala sisi. Kutu bisa nikmatin nonton konser sambil naik...

Konser The Script Greatest Hits Tour 2022 Penuh dengan Kejutan

Di tahun 2022 ini, The Script menyambangi Indonesia dalam tour konsernya yang bertajuk The Greatest Hits Tour 2022 in Jakarta and Bandung. Ini merupakan kedatangannya yang ke 3 kalinya ke Indonesia. Band yang berasal dari negara Irlandia ini membuat 3 hari tour pada 30 September & 1 Oktober di jakarta dan 2 Oktober di Bandung....

Dalawampu “Varnamaya”, tajuk pensi SMAN 20 Bandung di tahun 2019

minikutumedia.com – Heyhooooo sahabat kutuuuu!!!! Waahhhh sekian lama kutu tidak me-review event, akhirnya kali ini kutu mau me review sefruit (dibaca:sebuah) event dari anak-anak SMAN 20 Bandung, yaitu Dalawampu Varnamaya. Setiap tahun SMAN 20 bandung selalu menyelenggarakan pensi dengan tema yg berbeda-beda.  Sebelumnya Kutu pernah dateng juga ke event pensinya SMAN 20 Bandung, yaitu Field of Vision...

Ada Apa Aja, Sih, Di 10 Tahun-nya Kampoeng Jazz?

  Welcome back to Kampoeng Jazz! Diumurnya yang ke 10, Kampoeng Jazz semakin matang lagi loh guuys~ masih dengan tradisinya menghadirkan musisi luar negeri, tahun ini KJ memboyong MYMP, JMSN, dan The Marias ke panggung mereka. Untuk pengisi dalam negeri ada Garhana, Senar Senja, Nonaria, The Extralarge, Monita Tahalea, Barsena Bestandhi, Diskoria x Fariz RM,...

TOSERBA VOL. 1 : KOLABORASI ALAM, MUSIK, DAN KREATIFITAS ANAK MUDA BANDUNG 

Nonton konser di dalem ruangan? Hmmm gerah! Kalo di luar ruangan? Biasa aja kali ya. Tapi kalo nonton konser di tengah alam terbuka? Wah! Kayanya unik tuh! Nah, hari Sabtu 07 April 2018 kemarin, Kutu berkesempatan buat ngerasain sensasi seru nonton konser musik di tengah alam terbuka loh! Yap, tepatnya di gelaran pertama Toserba Vol....

You Might Also Enjoy

Artwork - Selamat Pagi ( Hey World )
local
28 / 10 / 22
Lalahuta Berkolaborasi Dengan Tuan Tigabelas di Single Groovy ‘Selamat Pagi (Hey World)’
(Artwork) Mantra Vutura - Kembali
local
27 / 05 / 23
Lewat Karya Terbaru Mereka , Kini Mantra Vutura Telah "Kembali" ke Dalam Harmoni Roh dan Raga
minikutumedia.com-andyangorust
local
09 / 02 / 17
Andyan Gorust keluar dari DEADSQUAD!
Husein-Mutahar
ministory
17 / 08 / 20
Sedikit cerita tentang Husein Mutahar, pencipta lagu Hari Merdeka (17 Agustus)

This website uses cookies to ensure you get the best new experience on my website. Learn more